Sabtu, 17 Agustus 2013

Jepang Sebagai Kiblat Kemajuan Asia : dengan luas 1/10 wilayah Indonesia

Pasca perang dunia  kedua menyatakan jepang dalam proses penyembuhan dari kehancuran menjadi ekonomi dunia yang sangat kuat. Berbagai faktor yakni investasi yang tinggi yang dituntut oleh bisnis yang didanai oleh tingkat tabungan yang semakin membesar, impor teknologi  dan dibangunnya sumberdaya manusia yang berketrampilan tinggi.

Sejak pertengahan 1950-an, jepang mulai memasuki era pertumbuhan tinggi sampai pertengahan 1970-an. kemudian selama dekade 1980 jepang menikmati pertumbuhan moderat dan awal tahun 1990-an memasuki pertumbuhan nol. Tetapi pertengahaan 1990-an muncul kembali pertumbuhan yang sedikit diatas nol.

Untuk pertama kali dalam sejarah pertumbuhannya mulai tahun 1970-an dengan keterbatasan sumber daya alamnya dan tradisi teknologinya yang relatif masih muda, jepang dapat mematahkan dominasi dan kekuatan negara-negara "tua dan klasik" Inggris, prancis, Jerman maupun Italia dalam percaturan ekonomi dunia. 

Keterbatasan sumber daya justru memberi keunggulan  bagi jepang, karena kelangkaan sumber daya industri domestik, jepang tidak merasa kuwatir dalam melindungi industri domesitk. Perusahaan jepang dapat menjangkau sumber daya yang termurah dari segala penjuru dunia.

Tahun 1970-an banyak pengamat mengungkapkan kekaguman bagaimana negara yang "memiliki sumber daya alam " mampu melejit  dalam pertumbuhan ekonomi. Justru kegetiran tidak memilikisumber daya alam, dan keteguhan bangsa untuk mengatasi hambatan itu, yang membuat jepang unggul.

Bangsa Jepang dengan penduduk sebesar 127 juta dengan hanya seperenam tanah dapat digarap dengan produktivitas per acre yang tinggi, maka setiap orang akan mengagumi kemampuan mereka dalam membangun negara. Membahas keajaiban bangsa jepang kita tidak boleh terbawa sikap emosional. Keajaiban yang mereka peroleh adalah akibat sikap mau belajar, rasional/modern, dan hasrat mau menyerap hal-hal yang mereka anggap menguntungkan pembangunan dalam jangka panjang.



bahwa jepang telah mencapai keadaan yang maju dan sejahtera antara lain adalah hasil dari usaha-usaha bangsa itu dalam pendidikan. jadi tidak hanya pendidikan yang diadakan dilembaga pendidikan seperti sekolah, tetapi juga dalam lingkungan keluarga maupun dalam masyarakat seperti dalam berbagai organisasi, dalam lingkungan pekerjaan dan lain-lain.

Bangsa jepang menganut filsafat bahwa manusia dapat diubah keadaan dan sifatnya melalui usaha orang lain atau usaha sendiri. Mereka kurang, bahkan tidak percaya bahwa manusia sejak semula ditetapkan dalam keadaan tertentu yang tidak dapat berubah atau diubah. Dengan filsafat itu dapat di pahami bahwa pendidikan meperoleh tempat penting dalam kehidupan bangsa. karena itu sejak dahulu kala pendidikan (termasuk pendidikan pada diri pribadi) dilakukan dengan giat.

Sukses jepang antara lain dalam ketekunan mencari pengetahuan. Yang menonjol adalah kesadaran berkelompok dalam menggali pengetahuan, mulai dari lingkungan terkecil sampai pada organisasi yang besar. Diamana setiap orang berhasrat dalam kebersamaan meningkatkan pengetahuan. "Group Learning" merupakan rutinitas dan sesuatu yang mendesak. Belajar merupakan suatu kegiatan sosial yang akan terus berlangsung dalam kehidupan mereka. Disinilah orang jepang menonjol, dalam arti : betapapun keahlian mereka, mereka tetap mencari kesempatan belajar yang dapat berguna bagi tugas merka sehari-hari maupun jangka panjang.

Ditulis      : Bagus J.
Referensi : Belajar Dari Jepang (Bob Widyahartono)